Sejarah perbankan
di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan
Hindia Belanda. Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto
Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian
hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri serta
terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank
yang ada itu antara lain:
Senin, 06 Oktober 2014
Minggu, 05 Oktober 2014
PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI
Definisi Budaya dan Pengertian Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga
banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan
orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari
kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat
itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan
adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh
pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat
pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok,
yaitu:
·
alat-alat teknologi
·
sistem ekonomi
·
keluarga
·
kekuasaan politik
Pengaruh
Budaya Terhadap Perilaku Konsumen
Budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada
perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh
budaya, subbudaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling
mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.
Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi,
keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari
keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya
– sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang
lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat
jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis.
Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali
merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan
konsumen.
Konsumen mendapatkan nilai nilai budaya karena budaya merupakan sesuatu
yang bisa dipelajari, saat manusia lahir ia belajar tentang norma yang berada
dilingkungannya, yang dilakukan dengan cara peniruan (imitation) atau dengan
mengamati proses yang terjadi didalam masyarakat. Pada saat akan membuat
perencanaan iklan perlu diketahui pula nilai nilai budaya yang dianut oleh
konsumen, misalnya tentang cara berpakaian, selera makanan, cara mereka
menghabiskan waktu luang, dsbnya.
Budaya selalu ditanamkan dari satu generasi ke generasi berikutnya,
terutama dilakukan melalui lembaga seperti keluarga, pendidikan,agama, dan
sekolah. Sehingga, nilai-nilai budaya yang ditanamkan sejak kecil melalui
keluarga, akan tertanam dalam individu sejak kecil hingga dewasa, meskipun
nilai nilai budaya juga bisa ditanamkan melalui pendidikan, dimana pendidikan
sebagai proses belajar dan transfer ilmu juga dipakai untuk mengenalkan budaya
kepada individu. Individu mengenal budaya dari sejak sekolah dasar, dan
diajarkan untuk mencintai budaya yang ada, sehingga peran budaya ini akan
terbawa dalam sikap dan perilaku konsumen.
Budaya senantiasa berkemband dan budaya menjadi sebuah entitas (entity), dimana
budaya merupakan entitas yang melayani manusia dalam upaya untuk memenuhi
kebutuhan biologis dan sosial dasar dari masyarakat.
Budaya bersifat adaptif, dimana strategi pemasaran yang didasarkan pada
nilai-nilai masyarakat harus bersifat adaptif. Budaya beradaptasi dengan
perubahan yang terjadi didalam masyarakat, sehingga untuk mengenali trend yang
ada didalam masyarakat serta menciptakan strategi pemasaran yang tepat, harus
mengacu pada nilai budaya yang ada dalam masyarakat, karena hal-hal yang terjadi
didlam masyarakat bisa saja kontroversial tetapi dengan adanya budaya, maka
perubahan yang terjadi didalam masyarakat dapat diprediksi dengan menggunakan
budaya setempat.
Dengan
adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan . Dengan memahami
beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam
memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk.
Norma
budaya dilandasi oleh nilai-nilai, keyakinan dan sikap yang dipegang oleh
anggota kelompok masyarakat tertentu. Sistem nilai mempunyai dampak dalam
perilaku membeli, misalnya orang yang memperhatikan masalah kesehatan akan
membeli makanan yang tidak mengandung bahan yang merugikan kesehatannya.
Nilai memberi arah pengembangan norma, proses yang dijalani dalam mempelajari nilai dan norma disebut ”sosialisasi atau enkulturasi”. Enkulturasi menyebabkan budaya masyarakat tertentu akan bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, bila masyarakat cenderung sulit menerima hal-hal baru dalam masyarakat dengan mempertahankan budaya lama disebut Accultiration.
Budaya pada gilirannya akan mempengaruhi pengembangan dalam implikasi pemasaran seperti perencanaan produk, promosi ,distribusi dan penetapan harga. Untuk mengembangkan strategi yang efektif pemasar perlu mengidentifikasi aspek-aspek penting kebudayaan dan memahami bagaimana mereka mempengaruhi konsumen. Sebagaimana strategi dalam penciptaan ragam produk , segmentasi pasar dan promosi yang dapat disesuaikan dengan budaya masyarakat.
Beberapa perubahan pemasaran yag dapat mempengaruhi kebudayaan, seperti :
1. Tekanan pada kualitas
2. Peranan wanita yang berubah
3. Perubahan kehidupan keluarga
4. Sikap yang berubah terhadap kerja dan kesenangan
5. Waktu senggang yang meningkat
6. Pembelian secara impulsif
7. Hasrat akan kenyamanan
SUMBER :
Sabtu, 04 Oktober 2014
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Pengertian
Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi
memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk
membuat keputusan pembelian. Untuk
barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement)
proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Jumat, 03 Oktober 2014
SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI
Pengertian Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah proses dimana pasar
dibagi menjadipara pelanggan yang terdiri atas orang-orang dengan berbagai
kebutuhan dan karakteristik yang sama yang mengarahkan mereka untuk merespon
tawaran produk atau jasa dan program pemasaran strategis tertentu dalam cara
yang sama.
Klarifikasi
Variable Segmentasi Berdasarkan Ancangan Objektif dan Subjektif
No
|
Kategori Resiko
|
Deskripsi
|
Contoh
|
1
|
General level (konsumsi)
|
Usia, tingkat pendidikan, area geografis
|
Gaya hidup, nilai-nilai umum, kepribadian.
|
2
|
Domain-specific level (kelas) produk
|
Frekuensi pemakaian, subtitusi, komplementaritas
|
Persepsi, sikap, preferensi, minat, opini,
domain-specific values.
|
3
|
Specific level (merek)
|
Loyalitas merek (behavioral), frekuensi pemakaian
|
Loyalitas merek (sikap), preferensi merek, minat
pembelian.
|
Alasan
Menentukan Segmentasi Pasar
Pengenalan pasar sangat penting bagi
keberhasilan pemasar. Yang dimaksud mengenal pasar disini adalah mengenal
berbagai pasar sasaran yang membentk keseluruhan pasar. Oleh karena itu sangat
penting bagi pemasar bukan saja mengenal siapa yang membeli produk tapi juga
mengakui bahwa tidak semua orang membeli dengan alasan yang sama. Apanila
pemasar memiliki pengetahuan dan infomasi lengkap tentang ini, maka dapat
membantu mereka dalam merancang strategi-strategi pemasaran yang tepat dan
optimal.
Manfaat
Segmentasi Pasar
- Mengidentifikasi pengembangan produk baru.
- Analisis tentang berbagai segmen pelanggan potensial menunjukkan satu atau lebih kelompok yang memiliki kebutuhan dan minat-minat spesifik tidak dipuaskan dengan baik oleh tawaran-tawaran pesaing.
- Membantu dalam mendesain program-program pemasaran yang paling efektif.
- Untuk mrncapai kelompok-kelompok pelanggan yang homogeny dengan memusatkan perhatian pada suatu golongan tertentu, maka akan mempermudah dalam menetapkan harga yang sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.
- Memperbaiki alokasi strategi sumber daya pemasaran.
Identifikasi
Segmen Pasar
- Deskriptor fisik
Digunakan untuk menggambarkan konsumen
berdasarkan factor-faktor demografi.
- Deskriptor perilaku umum
Deskriptor mencoba menghasilkan pemahaman
yang lebih baik mengenai mengapa dan bagaimana konsumen berperilaku di pasar.
- Kelas social
Dengan menggunakan dokumentasi nilai-nilai
dari berbagai kelas, memungkinkan para peneliti untuk mengetahui perilaku
tertentu yang berkaitan produk tertentu.
Syarat
–syarat Segmentasi yang Efektif
- Ukuran yang tepat calon pelanggan yang memadai. Melibatkan trade-off antara keseragaman pelanggan dan pengaruh skala.
- Dapat diukur penggunaan variable yang bisa diukur sebagai basis segmentasi.
- Mudah dicapai, segmen-segmen didefinisikan untuk mendukung target pemasaran.
- Tanggapan yang berbeda, segmen-segmen garus menanggapi secara berbeda satu atau lebih variable pemasaran
Analisis demografi adalah salah satu analisis yang digunakan dalam segmentasi pasar dengan cara membagi-bagi pasar menjadi grup-grup dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendekatan, tingkat pendidikan, dan agama. Setidaknya ada lima alasan mengapa pendekatan demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengindentifikasi target market, informasi demografi adalah infoemasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan unutk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Demografi
Senin, 07 Juli 2014
KLAIM BUDAYA BANGSA INDONESIA OLEH BANGSA LAIN
Sebagai sebuah bangsa dan negara yang memiliki beranekaragam suku, maka tentu saja bangsa Indonesia juga mempunyai banyak sekali budaya dan ciri khas dari masing masing suku tersebut. Mulai dari baju adat, alat musik, bahasa, makanan khas, kain atau pernak pernik khas masing-masing suku dan masih banyak lagi yang mungkin kita sebagai rakyat Indonesia tidak mengetahuinya. Semua ciri khas tersebut dapat dikatakan bahwa itu merupakan harta karun bagi negara ini, kenapa bisa dikatakan begitu?
Langganan:
Postingan (Atom)
